Jumat, 18 Oktober 2019

Kurangi Dampak Hepatitis B pada Ibu Hamil dengan Makanan Sehat Ini

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil memang harus diperhatikan karena risikonya lebih tinggi, terlebih menyangkut kondisi janin dalam kandungan. Dampak hepatitis B harus diminimalisasi dengan gaya hidup sehat, terlebih soal makanan. Rekomendasi jenis makanan yang harus dikonsumsi beserta makanan yang harus dihindari berikut ini mampu menstabilkan kesehatan.

Kurangi Dampak Hepatitis B pada Ibu Hamil dengan Makanan Sehat Ini

1.    Buah dan Sayur yang Mudah Dicerna
Ibu hamil tentu saja sangat membutuhkan makanan sehat dan sudah seharusnya mengonsumsi jenis makanan tersebut demi kesehatan ibu dan janin. Tumbuh kembang janin akan optimal sampai lahir ke dunia. Buah dan sayur adalah jenis makanan pokok yang menutrisi ibu dan janin. Lalu, bagaimanakah jika ibu hamil sedang menderita hepatitis B?

Buah dan sayur tetap harus dikonsumsi, bahkan harus intens untuk meningkatkan imunitas tubuh. Anda dianjurkan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya nutrisi, namun juga mudah dicerna. Hal ini terkait dengan kondisi pencernaan pada penderita hepatitis B yang sedang terganggu.

2.    Protein tanpa Lemak
Tumbuh kembang janin yang optimal juga dipicu oleh konsumsi protein sebagai zat pembangun. Karenanya, ibu hamil yang sedang menderita hepatitis B tetap dianjurkan mengonsumsi protein. Sebagai syaratnya, ibu hamil penderita hepatitis B harus memilih protein tanpa lemak agar aman untuk kesehatannya.

Protein tanpa lemak tersebut dapat ditemukan pada makanan ikan, putih telur, kacang-kacangan, dan ayam tanpa kulit. Untuk mengolahnya, dianjurkan tidak memakai minyak berlebih, kaldu, atau santan. Merebus atau memasak dalam kuah bening adalah anjurannya.

3.    Produk Susu Rendah Lemak
Hepatitis B pada ibu hamil memang sangat berpengaruh langsung pada janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi juga harus membantu menurunkan dampaknya. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan bernutrisi demi mengoptimalkan tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu, tanpa memperparah penyakit hepatitis B.

Untuk itu, ibu hamil perlu mengonsumsi susu yang rendah lemak. Susu khusus ini sangat membantu menutrisi ibu dan janin, namun tidak berisiko pada kesehatannya yang sedang terinfeksi virus hepatitis B.

4.    Menghindari Makanan Berlemak
Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa protein yang dikonsumsi pun harus rendah lemak. Berkaitan dengan hal tersebut, makanan lain juga tidak boleh mengandung lemak jika akan dikonsumsi oleh ibu hamil penderita hepatitis B. Hal ini diperlukan untuk menunjang kestabilan kesehatan, khususnya dalam hal pencernaannya.

5.    Menghindari Kafein
Kafein merupakan zat yang bisa membahayakan penderita hepatitis B. Kafein yang bisa berisiko peningkatan tekanan darah juga tidak baik untuk janin. Ibu hamil penderita hepatitis B juga masih dalam kondisi lemah, sehingga tidak boleh mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi.

Ketika seorang ibu hamil mengalami hepatitis B, sudah seharusnya mengonsumsi makanan sehat dan bersih. Anjuran aturan makan di atas sangat penting dilakukan selama kehamilan agar kondisi ibu dan janin terjaga. Konsultasi ke dokter secara berkala juga harus dilakukan demi penanganan medis yang optimal. Situs parenting.orami.co.id juga memuat info hepatitis B pada ibu hamil.